h1

Session 03: animation project proposal

02/04/2009

PENULISAN NASKAH NON BERITA TV

dosen: Siti Nur Aisyiyah, SSn

 

Proposal

ANIMATION Project


TUGAS INDIVIDU

Hermawan Saputra [441-0511-0016]

B R O A D C A S T I N G

UMB_logo

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA  2009 



i. INFORMASI PROGRAM

FILM ANIMASI merupakan jenis film pendek yang dibuat dari gerakan gambar-gambar pendek, seperti gambar hidup dengan aktor maupun artis yang seperti hidup biasanya dalam bentuk kartun dan terdiri dari beberapa karakter.

Kekuatan media animasi sangat besar lebih dari yang kita bayangkan. Animasi digunakan tidak hanya untuk pemirsa gambar bergerak, iklan, dan acara anak-anak, tetapi juga digunakan untuk kegiatan medis, fisika, aritmatika, seja-rah, penggambaran proses mekanis dan kimiawi. Media animasi juga berguna untuk menggambarkan ide abstrak yang sering juga digunakan dalam (penyiar-an) film-film selama PD II.

Animasi mulai dikenal secara luas, sejak populernya media televisi yang dapat menyajikan gambar bergerak hasil rekaman kegiatan makhluk hidup, manusia atau hewan. Dibandingkan dengan gambar foto yang diam atau tidak bergerak, animasi lebih disukai karena dapat membangkitkan antusiasme dan emosi penonton. Hampir semua media seperti televisi, film, komputer sudah menggunakan teknik-teknik animasi.

Prospek animasi di Indonesia mempunyai peluang yang besar untuk ber-kembang, karena animasi adalah informasi kreatif yang  sangat banyak membu-tuhkan tenaga kerja dan tentunya hal ini bukan masalah buat Indonesia. Selain itu keragaman dan kekayaan budaya Indonesia sebagai nilai tambah untuk diangkat sebagai cerita animasi.

Dengan alasan itulah, saya mencoba untuk memberanikan diri membuat sebuah animasi cerita pendek yang bernuansakan Indonesia. Dan mengangkat nilai-nilai religi dan moral masyarakat Indonesia yang ditempa dengan kebu-dayaan modern.

Hal ini ditandai dengan banyak produk-produk yang berbasis komputer dalam dunia hiburan. Salah satu dunia hiburan yang banyak diminati adalah animasi. Penggunaan komputer untuk menghasilkan animasi yang professional sudah dilakukan, diawali dengan animasi atau kartun-kartun yang dibuat Hollywood Amerika Serikat yang menggunakan komputer. Di Indonesia sendiri bermunculan forum-forum yang membahas tentang animasi kartun ini dan beberapa perusahaan-perusahaan yang memfokuskan diri di bidang animasi kartun.

Pemilihan media tampilnya kartun akan mempengaruhi dari bentuk desain animasi yang akan dibuat. Terdapat dua media yang saat ini berpengaruh besar yakni media televisi dan komputer. Pada media televisi, kendala yang dihadapi adalah setiap negara memiliki sistem televisi yang berbeda, dan tidak ada standar umum yang ditetapkan bersama (PAL dan NTSC). Kondisi ini menyebabkan media video yang dihasilkan oleh setiap negara susah untuk ditransfer. Contohnya video tape yang dibuat Amerika tidak dapat diputar di Korea ataupun Inggris.

Ketidaknyamanan ini disebabkan kondisi politik yang ada dalam negara tersebut, yang bertujuan untuk menghindari pertukaran informasi dengan cepat yang akan mempengaruhi pandangan, ide maupun gagasan baru dari setiap negara. Tetapi kondisi ini mulai berubah pada saat internet sudah dapat men-jangkau negara di seluruh dunia.

Digital video tidak memiliki batasan, yang didesain dengan kualitas dan ukuran yang mampu menghantarkan informasi ke hadapan penggunanya. Format digital video ini dapat saja disimpan dalam bentuk CD-ROM, DVD, atau-pun dalam bentuk file yang dapat di download dari internet.

Beberapa sistem televisi yang digunakan umum di seluruh negara adalah:

  • NTSC System NTSC (National Television System Committee) meru-pakan sistem milik Amerika Serikat dengan lebar layar 525 baris, 30 fps, digunakan di negara Kanada, Greenland, Mexico, Kuba, Jepang, Philipina, Puerto Rico dan beberapa negara di Amerika Selatan.
  • PAL dan SECAM System Banyak negara yang menggunakan kedua sistem ini yakni PAL (Phase Alternating Line) atau SECAM (Se-quential Color and Memory). Kedua sistem ini memiliki lebar layar 625 baris, dengan penggunaan 25 fps.
  • HDTV HDTV (High Definition Television) adalah standar internasional baru untuk dunia televisi. HDTV dapat digunakan dalam 1.125 baris.

 

cover

1. Judul Program

 

             Indonesian version:    Tidak Ada Perbedaan untuk Cinta

                                  DUA SISI

             English version:         Nothing Difference for Love

                                 TWO SIDE

 

2. Durasi Program

24 menit.

3. Segment Pemirsa

Remaja dan keluarga.

4. Genre Program

Romance Adventure.

 

ii. DAYA TARIK PROGRAM

Program ini merupakan sebuah program animasi yang penayangan berupa beberapa gambar dengan cepat sehingga mata akan melihatnya seperti suatu gerakan. Jadi intinya, animasi merupakan tipuan visual yang dapat menarik mata untuk menikmati gerakan gambar secara cepat dan dapat pula bercerita.

Animasi juga dikenal dengan istilah motion picture yang secara harafiah memiliki arti “gambar bergerak”. Disebut dengan gambar bergerak karena dalam proses pembuatannya dibuat lengkap gambar yang berurutan dan dimanipulasi sedemikan rupa sehingga tampak seolah-olah bergerak dengan tujuan untuk menipu mata pemirsanya. Sedangkan motion picture sendiri adalah istilah yang digunakan baik untuk animasi maupun ilmu cinematographis karena pada awalnya film menampilkan tokoh.

Dengan terus berkembangnya teknologi komputer, tidak ayal lagi, dunia animasi juga terus berkembang. Bisa jadi para aktor akan kehilangan pekerjaan mereka, karena mereka bisa digantikan oleh tokoh imajiner yang wajahnya bisa dibuat sesuai dengan keinginan penulis film atau sutradara, tidak repot meng-atur, tidak akan datang terlambat ke lokasi syuting dan sebagainya.

Daya tarik dari film animasi ini terletak pada ceriteranya yang menarik, seru dan pemandangannya yang indah-indah. Pakaian para pemainnya menarik. Lagu-lagunya juga enak didengar. Tokoh yang paling disukai adalah Sastro (santri), alasannya Sastro orangnya jujur, berani, suka menolong, bisa menjadi tokoh panutan untuk anak muda sekarang. Santro dibekali ilmu ‘Menghilang’ dari Kia’i-nya di Pesantren, untuk menyiarkan agamanya. Keberanian Sastro misalnya ia bisa membaur di komunitas gothic yang sangat berbeda dengan lingkungan pesantren yang telah ditempanya.

Dan, terdapat banyak konflik asmara remaja dan kelabilan hati memper-tahankan prinsip hidup karena realita yang ada, yang telah dialami oleh tokoh Dian yang terdampar ke dunia gothic karena broken-home. Sastro berjuang untuk meraih Dian ke jalur yang benar karena dilandasi cinta sejatinya. Dengan berbekal ilmu ‘menghilang’, Sastro dapat memasuki komunitas gothic yang secara prinsip berbeda dengan ajaran Agama yang didapatnya di pesantren.

 

iii. DAYA TARIK IDE & CERITA

Film animasi ini menggabungkan dunia 3D dengan karakter 2D. Mengambil setting modern di masa sekarang, ‘Dua Sisi’ (Two Side) berkisah mengenai pertarungan dua prinsip yang berbeda antar dua tokoh utama yang menjalin asmara. Satu tokoh (Sastro) menjalani ketauladanan seorang anak muda dengan mendidik ahlaknya menjadi seorang Da’i. Tokoh kedua (Dian) bertolak belakang seperti di sisi yang berbeda dalam mempertahankan prinsip hidupnya karena keluarga yang berantakan dan salah dalam memilih pergaulan.

Kisah semakin diperumit dengan terpuruknya tokoh kedua dalam kehi-dupan sebagai gothess (pecinta gothic) sebagai pelariannya. Bagaimanakah perjuangan Sastro meraih Dian kembali dan mengubah prinsip-prinsip yang telah diterimanya selama menjadi seorang gothess? Hal itulah yang menjadi daya tarik cerita dari ‘Dua Sisi’.

1. Proses Penemuan dan Pemilihan Ide

Untuk membuat sebuah animasi diperlukan sebuah ide, untuk membuat animasi yang bagus diperlukan sebuah cerita. Ide merupakan hal mendasar untuk mengembangkan sebuah karya film animasi. Ide dapat diinspirasikan dari berbagai hal, misalnya: pengalaman pribadi, legenda, cerita rakyat, mitos, kehi-dupan sehari-hari, pendidikan, perjalanan/adventurer dan lain sebagainya. 

Proses penemuan ide ‘Dua Sisi’ ini dilatarbelakangi oleh kehidupan para remaja saat ini yang menomorduakan aqidah agama. Berangkat dari itulah, maka, ‘Dua Sisi’ berusaha untuk memberikan pencerahan-pencerahan aqidah keagamaan lewat animasi yang disukai oleh remaja, tanpa mereka sadar bahwa mereka telah mendapatkan ceramah keagamaan.

Dan, obsesi dari penulis yang ingin memiliki ilmu ‘menghilang’ dengan di-landasi ajaran Agama yang kuat. Serta keinginan penulis untuk menyampaikan hal-hal baik untuk kehidupan umat.

2. Tema Cerita

Kisah teladan dan sisi aqidah akan sikap positif seorang santri yang menyelami komunitas anak gothic. Mengisahkan seorang santri yang menyamar menjadi pria berpenampilan gothic sebagai gothess (pecinta gothic), untuk men-cari tambatan hatinya yang terdampar di komunitas anak gothic karena broken home.

3. Pesan Moral Cerita

Kehidupan cinta seorang santri dengan gadis yang terdampar di komunitas gothic merupakan dua sisi yang berbeda. Namun, cinta dapat mempertemukan dua sisi tersebut. Perbedaan prinsip yang berlainan sisi, dapat disatukan seperti dua sisi uang logam, atas nama cinta. Baik dan benarnya akhlak, hanya si pe-milik hati dan Tuhan yang tahu.

4. Plot Utama

Perjuangan Sastro mendapatkan hati Dian yang hilang.

5. Sub Plot

Keberadaan seorang santri yang telah menjadi Da’i menyamar menjadi gothess (pecinta gothic) di komunitas gothic dalam usahanya mencari cinta se-jatinya. Terjadi konflik pribadi antara hati nurani dengan realita yang ada.

6. Sinopsis

Kisah cinta antara Dian dan Sastro sejak SMA dan berpisah melanjutkan pendidikannya masing-masing. Kemudian setelah lama berpisah, menjadi per-juangan Sastro untuk mendapatkan kembali cinta Dian dahulu.

Bermula saat Dian dan Sastro semasa SMA, di mana Dian dan Sastro hidup bertetangga di Jakarta. Meski selalu satu sekolah sejak sekolah dasar, ke-duanya bukan sahabat karib. Sastro menyukai Dian sejak kecil, namun apa di-kata, terakhir kali berpapasan di sekolah, kalimat yang melun-cur dari mulut Dian adalah “Aku benci sekali padamu, ingin rasanya menamparmu.“ Tentu saja Sastro down.

Sampai suatu hari, senior Sastro menyatakan cinta padanya. Di tengah kebingungan, Dian pun tiba-tiba turut menerima cintanya juga. Jelas, Sastro memilih Dian.

Dian dan Sastro harus berkelut dengan masalah terbesar mereka: obsesi mereka terhadap masa depan masing-masing. Baik Dian maupun Sastro adalah cewek dan cowok normal secara biologis.

Kisah berlanjut setelah lulus SMA. Mereka berpisah meneruskan pendi-dikannya masing-masing. Dian melanjutkan ke Universitas Seni di Prancis. Dan, Sastro hijrah ke pesantren di Gontor, Jawa Timur.

Singkat cerita, setelah lima tahun tidak bertemu. Sastro kembali ke Jakarta sebagai seorang Da’i. Tidak ada kabar sedikit pun tentang Dian yang didapat Sastro, walaupun mereka bertetangga. Rasa rindu dan keingintahuan kabar Dian lah yang melangkahkan kaki Sastro ke rumah Dian. Namun, siapa sangka, ter-nyata Dian dan keluarganya telah pindah rumah tanpa mengabari tempat tinggal-nya yang baru.

Cerita di atas merupakan pembuka alasan Sastro memulai perjuangannya mencari Dian. Sastro berkelana ke setiap pelosok-pelosok mencari keberadaan Dian dan menjalani amanat Kia’i-nya di pesantren untuk menyiarkan kebaikan kepada umat manusia. Dengan berbekal ilmu ‘menghilang’ dari Kia’i-nya, Sastro berusaha mendapatkan informasi terdamparnya Dian ke dalam komunitas gothic. Dian telah menjadi seorang gothess (pencinta gothic).

7. Skenario

Blaa… blaaaa….. bleeeee……… blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn…..

Blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn….. blummm….. bluuuuemm……… belonnnn…..

 

iv. Desain Karakter

1. Tokoh Utama: Sastro

Seorang Santri lulusan pesantren Gontor, Jawa Timur yang memiliki ilmu pengetahuan luas dan juga dibekali dengan ilmu kanuraga dari Kia’i-nya, sehingga Sastro berkemampuan dapat ‘menghilang’ dengan cara melepaskan peci-nya.

sastro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan berbekal ilmu dan keteguhan hatinya, melakukan sebuah perjalanan hidup menyebarkan kebajikan dan pengharapan cinta sejati dari sang kekasih yang telah lama berpisah.

2. Tokoh Utama: Dian

dian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wanita idaman tokoh utama. Dian merupakan produk broken-home, namun dia berusaha eksis dengan mengekpresikan dirinya sebagai gothess (pencinta gothic) karena kecintaan Dian terhadap seni yang dipelajarinya di Universitas seni di Prancis. Namun menjadi labil pada prinsip hidupnya karena terbentur pada kenyataan hidup yang dihadapinya.

Menjadi tujuan utama dari tokoh utama ‘Sastro’ untuk dapat mencari keberadaannya dan menyelamatkan dari prinsip-prinsip sesat yang telah disimpulkan secara sepihak.

3. Tokoh Pengganggu: War do “YO”

war do YO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biasa dipanggil ‘YO’. Senior Dian dan Sastro waktu SMU dan menyukai Dian sejak SMU. Namun setelah lulus berkelana di dunia gothic dan menjadi Panglima pada komunitas gothic terbesar di Jakarta. Memiliki tabiat buruk dan berambisi memiliki Dian.

4. Tokoh Kepala Suku: Mr. Goths

mr goth

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seorang tokoh gothic yang cukup disegani di Indonesia. Sejak kecil hidup di keluarga gothic. Dan dapat mengendalikan komunitas gothic terbesar di Jakarta.

5. Tokoh Genit: Juve

juve











Seorang gothess wanita yang mengganggu keselamatan Dian di komunitas gothic. Alasannya karena diam-diam Juve mencintai tokoh utama, Sastro.

6. Tokoh Figuran: Marisa, Lala, Abel. Boy, Ricky

gothess

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para anggota pencinta gothic (gothess).

 

 

v. Desain Setting dan Lokasi

1. Istana Gothic:

Komunitas gothess berkumpul, dengan kepala sukunya Mr Goths dan Panglima War do ‘YO’.

istana gothic

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Cafe Gothic:

Tempat para gothess berkumpul dan bersenda gurau.

cafe gothic

 

 

 

 

 

 

 

cafe gothic2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Pemukiman Gothic:

Salah satu sudut jalan di pemukiman gothic.

jalan gothic1

 

 

 

 

 

 

 

jalan gothic2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Pesantren:

Tempat tokoh utama ‘Sastro’ menimba ilmu menjadi santri.

pesantren

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Masjid:

Tempat beribadah santri Sastro dan teman-teman sesama santri menerima bimbingan rohani.

masjid

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Sekolah Santri:

Teman-teman Sastro sesama santri di pesantren menimba ilmu agama.

masjid2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


vi. Desain Artistik & Property

1. Cafe Gothic:

Salah satu café tempat para gothess berkumpul.

cafe dalem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Rumah Gothic:

Contoh rumah para gothess.

rumah gothic

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Gothic School:

Salah satu suasana kelas dalam sekolah gothic.

sekolah gothic

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Penampilan Anak Sekolah Gothic:

Penampilan para gothess di Sekolah.

anak sekolah gothic

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Penampilan Anak Band Gothic:

Penampilan anak band beraliran gothic metal.

anak band gothic

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Busana Gothic:

Busana tokoh Dian sebagai gothess.

busana gothic

 

 

 

 

 

 

 

7. Sepatu Gothic:

Salah satu contoh sepatu yang dipakai para gothess.

sepatu gothic







8. Seragam Gothic:

Seragam sekolah anak gothic.

seragam gothic

 

 

 

 

 

 

 

 

vii. Storyboard

___________kebijakan dari bu Aiz untuk dilewati___________

 

 

viii. Tema Musik

Mempergunakan Irama musik Gothic Metal yaitu evolusi dari pencampuran musik Death Metal dan Black Metal, dengan mengangkat tema lirik musik Goth dengan sedikit penambahan tema baru: era Gothic (tahun 1700an), konfrontasi, alam gaib, dsb.

Ciri khas Gothic Metal ditandai dengan penggunaan karakter “Beauty and the Beast”, yaitu penggunaan dua orang vokalis (biasanya terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan). Vokalis perempuan menggunakan karakter suara operatic dan seriousa (Beauty), sedangkan vokalis laki-laki menggunakan karakter suara growl dan scream (The Beast).

Musik pembuka dimainkan dengan tempo yang agak lambat, tidak sekeras dan secepat musik metal lainnya. Memberikan nuansa mencekam namun berkarakter.

 

ix. Catatan Penulis

Demikianlah proposal animation project ini saya buat, dengan harapan, menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak terkait. Atas perhatian dan partisipasinya saya ucapkan terimakasih.

 

x. Daftar Pustaka & Sumber Referensi

Referensi: 

Jurnal British Medica, Encarta Dictionary 2006 DVD, www.gothicsubculture.com

 

✷✷✷ ✶✶✶ ★ ★ ★ ✶✶✶ ✷✷✷

%d bloggers like this: