h1

Session 02: VODIC/Kosa kata

02/04/2009

PENULISAN NASKAH NON BERITA TV

dosen: Siti Nur Aisyiyah, SSn

 

VODIC/Kosa Kata

(Vocabulary Dictionary)


TUGAS INDIVIDU

Hermawan Saputra [441-0511-0016]

B R O A D C A S T I N G

UMB_logo

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA  2009 

 

 

VODIC/Kosa Kata

FRAME: keterbatasan cara memandang yang sifatnya fatamorgana. Dalam kaitan ini pengganti dari fungsi mata manusia adalah Kamera. Benda ini mempunyai daya tangkap cahaya yang terbatas karena tergantung ukuran lensanya kamera itu sendiri. Besaran daya tangkap lensa kamera itulah yang disebut dengan FRAME dengan kata lain disebut Bingkai.

Frame dibatasi dengan ukuran tertentu misalnya saja ukuran pesawat televisi adalah 3:4. Berapa pun besarnya pesawat televisi tetap saja 3 banding 4 (3:4). Karena bentuknya hampir mendekati bentuk dengan persegi empat. Oleh karena itu dalam pembuatan gambar atau penuangan dalam frame harus diletakkan persis ditengah frame secara simetris.

Ditengah frame tempat sasaran gambar diletakkan/dituangkan disebut dengan Point of Interest (POI). Tetapi dalam stasiun televisi tetangga sebut saja Malaysia, Singapore, Philipina merka mengatakan dengan istilah Point Of View (POV).

FAULT FRAME: kesalahan dalam frame tapi bukan berarti suatu harga mati karena bisa saja kameraman suatu saat yang meliput event secara tiba tiba (tidak terencana) sehingga tidak dapat memikirkan point of interest, yang pentingdia pikirkan adalah bagaiman mendapatkan gambar apapun hasilnya, tetap saja dapat diterima semua pihak.

Kesalahan dalam frame yang dimaksudkan adalah pembuatan gambar yang terencana namun kameraman tidak mengindahkan atau melalaikan norma norma framing alhasil gambar yang dibuat kelihatan tidak bagus, mungkin terpotong,mungkin terlihat seperti tenggelam dan lain sebagainya.

TIPE GAMBAR TELEVISI: Gambar-gambar atau visual yang ditayangkan di televisi yang diamati secara cermat akan terasa ada yang monotone, ada dinamis dan ada gambar yang ukuran besar maupun kecil bahkan ada yang gelap dan terang.

SHOT SIZE (Ukuran Gambar)

  • Wide Shot dengan singkatan WS: Adalah suatu gambar yang menunjukkan suatu pemandangan apa saja secara total sehingga point of interest nya tidak terfokus pada satu perhatian. Kegunaan gambar ini biasa digunakan untuk pemula suatu cerita pendek maupun panjang. Bisa diartikan juga gambaran kepada pemirsa dimana lokasi yang sedang disajikan itu berada.
  • Very Long Shot biasa disingkat VLS: Suatu gambar sudah mendekati sasaran yaitu orang yang jadi fokusnya atau point of interest nya agak jelas dan disini si pembuat gambar (kamerawanya) ingin menunjukkan orang ini berada di mana.
  • Long Shot disingkat LS: Bentuk gambar orang yang meng-arah pada point of interest namun orang ini masih terlihat utuh artinya orang ini dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat oleh pemirsa dan bila orang ini melakukan loncatan tidak akan menyentuh batas frame atas, begitu juga kebalikannya ujung kaki tidak menyentuh batas frame bawah.
  • Mideum Long Shot singkatannya MLS: Gambar ini sudah jelas sekali sasarannya yaitu pada seseorang entah itu laki-laki atau wanita dengan batas pengambilan gambar dari lutut ke-atas dan kepalanya masih ada jedah antara ujung rambut dengan batas frame.
  • Mid Shot singkatannya MS: Gambar ini sedikit keatas dari MLS tadi yaitu dari pinggang ke-atas dan masih ada Head Room nya. Sering kita jumpai juga ditempat foto studio gambar sperti ni disebut sebut Pas Foto.
  • Mideum Close Up singkatan dari MCU: Jenis gambar dekat sehingga wajah seseorang hampir memenuhi frame karena diambil dari dada ke atas dan tidak ada head room nya, posisi pengambilannya ujung rambut mepet dengan frame atas. Sedangkan batas frame bawah sampai dibawah pundak.
  • Close Up atau CU: Gambar ini diambil dengan jarak dekat, yang terlihat dilayar dari pundak sampai ujung rambunya sedikit terpotong. Gambar ini sipembuatnya ingin menunjukkan kelebihan seseorang.
  • Big Close Up atau BCU: Pengambilan gambar ini dengan memakai lensa tele posisi yang diambil dagu sedikit terpotong dan bagian atas sampai dahi nyaris ramput atas tidak tampak.
  • Extrim Close Up sebut saja ECU/XCU: Gambar extrim ini diambil hanya bagian wajah saja untuk menunjukkan sesuatu yang menarik dari orang tersebut mungkin eks-presinya, mungkin cantiknya, mungkin juga buronan polisi. Jadi kesimpulan a\extrim close up tersebut sipembuat gambar ingin menunjukkan detail shot.

JEDAH adalah suatu ruang kosong dalam frame televisi atau kamera yang sengaja dibuat oleh kamerawan untuk memberikan makna gambar itu sendiri.

  • Jedah yang berada diatas kepala disebut Head Room
  • Jedah yang adanya depan hidung/muka disebut Nose Room
  • Jedah yang adanya dikepala belakang disebut Back Room

NATURAL JOINT: teknik untuk peliputan pada “ORANG“ sebagai sasaran obyek/subyek ada ketentuan ketentuan yang harus diperhatikan karena pada saat ini kebanyakan para calon kamerawan (pemula) melalaikan aturan aturan pengambilan gambar/visual sehingga pada saat di preview hasilnya mengecewa-kan. Natural joint pada dasarnya yang pokok pada anatomi tubuh orang dan menghasilkan shot size.

Natural Joint terdiri dari:

  • Neck suatu batasan pengambilan dari leher keatas ujung rambut. (Big Close Up)
  • Elbow batas pengambilan dari dada dibawah pundak keatas ujung rambut (Close Up)
  • Waist batas pengambilan dari pinggang, keatas ujung rambut (Medium Shot)
  • Wrist batas pengambilan dari pinggul, keatas ujung rambut (Medium Long Shot)
  • Knee batas pengambilan dari dengkul, keatas masih katagori (Medium Long Shot)
  • Ankle batas pengambilan dari mata kaki, keatas kepala sudah termasuk (Long Shot)

PICTURE of QUALITY: kualitas gambar di tentukan adanya pengoperasian alat yang akurat (expert). Kriteria gambar bisa disebut bagus apabila memenuhi standard operational prosedur salah satu diantaranya:

  • Adanya pengaturan focusing yang tepat.
  • Adanya pengaturan diagfrahma (f.)  sesuai dengan cahaya yang ada.
  • Adanya penggunaan filter camera sesuai dengan kondisi out door atau in door
  • Adanya penataan cahaya (lighting) yang tepat
  • Adanya penempatan/letak kamera yang benar

WHITE BALANCE (Getting The Right Colour): cara untuk mendapatkan hasil exposure dengan warna yang benar artinya yang sesuai dengan aslinya, kamerawan harus melakukan wahite balance. Karena dalam Kamera elektronik sudah disediakan warna warna yang dibutuhkan untuk penggunanya. Namun harus diolah terlebih dahulu oleh penggunanya dengan cara white balance tadi. Warna dasar yang sudah diinstal dalam kamera ada tiga warna yaitu: • Red • Green • Blue. Tiga warna dasar diatas ini sering digunakan dengan inisial R-G-B.

White Balance –1: pengoperasian kamera video recorder yang benar tergantung pada pengaturan warna yang seimbang warna merah, biru, hijau. Ketiga warna itu sudah diinstal dalam kamera video itu sebagai warna utama.

White Balance –2: untuk mengatur white balance di kamera anda letakkan secarik kertas putih depan lensa kamera dan tekan tombol AWB (Automatic White Balance). White balance dilakukan setiap akan shooting atau pindah lokasi dari luar ke dalam atau sebaliknya. Walaupun sering juga tidak pindah lokasi (out door), white balance dilakukan ulang karena kondisi berubah-ubah karena matahari tertutup awan.

White Balance –3: karakter cahaya:

  • Ada dari luar matahari (day light)
  •  Ada dari dalam ruangan yang biasanya lampu pijar se-jenisnya tungsteen (kekuning-kuningan).

Mixed Lighting: sumber sinar dari dua arah adalah adanya tuntutan dari sutradara yang menghendaki adegan ditempat di mana cahayanya didapati sinar out door dan in door bertemu satu tempat. Misalnya saja adegan dilakukan dekat jendela.

Tricky Situation: dalam hal ini yang paling sulit, apabila mendapat lokasi yang yang sumbernya dari dua arah, antara luar dan dalam. Misalnya di dalam adegan di dekat pintu masuk. Hasil white balance selalu dari perilaku/cara melakukan white balance secara tepat.

Colour Temperature: apabila tombol AWB (Automatic White Balance) atau menggunakan sistem auto white balance maka akan tampil dan terbaca temperatur derajat kelvin (Ko). Tampilan derajat (Ko) seperti kebiruan, kemerahan, cahaya kurang atau berlebihan.

Filter: suatu alat dalam kamera yang tugasnya menyesuaikan kondisi cahaya luar atau dalam, agar antara perbedaan cahaya kuat dengan cahaya yang lemah bisa diseimbangkan (balance).

Kamera mempunyai 4 macam filter, yaitu 1, 2, 3, 4. Filter 1 untuk cahaya yang mengunakan Artificial Light (tungsteen) biasanya dalam ruangan (in door) dan 2, 3, 4 utnuk intensitas cahaya luar ruangan/sinar matahari (out door).

Neutral Density (ND): gunanya untuk merekam sinar yang sangat kuat. Misalnya: bila akan mulai shoot, matahari langsung harus menggunakan filter 4¼ ND akan mendapat hasil gambar matahari yang utuh atau bila melaku-kan shooting di atas laut, atau mungkin di atas bukit atau gunung, maka harus menggunakan juga filter 4¼ ND, sehingga menghasilkan gambar yang terlihat kontras antara langit dan daratan. Bila tidak menggunakan filter ND gambar akan terlihat seperti berkabut atau foggy.

ENG (Electronic News Gathering) – Produksi Berita Elektronik

Proses rekaman video jenis berita dengan menggunakan peralatan yang mudah dibawa (portable) misalnya kamera VCR portable dan 1 mikrofon, dengan crew seorang juru kamera disertai seorang sutradara yang sekaligus merangkap sebagai reporter.

EFP (Electronic Field Production) – Produksi Lapangan Elektronik

Sama dengan ENG, hanya jenis program yang diproduksi adalah dokumenter, sinetron (film style)

MCR (Multi Camera Remote): produksi lapangan dengan mempergunakan kamera lebih dari 1, dengan switcher, beberapa monitor, sound audio sistem. Produksi yang direkam adalah sinetron, musik, olahraga, dsb.

Live: program disiarkan secara langsung, tahap produksi merupakan tahap akhir dalam proses. Kebanyakan program-program berita, olah raga, upacara kenegaraan disiarkan secara langsung.

Video Taping: direkam dalam pita video.

Live on Tape: produksi berlangsung terus tanpa terhenti, sampai akhir program, editing hanya dalam hal-hal khusus (insert editing). Direkam per bagian (segment) Direkam dengan single camera – single VCR (film style). Direkam dengan multi camera – multi VCR

Sense Of Cutting

Jump Cut, suatu pergantian shot dimana kesinambungan waktunya terputus karena loncatan dari satu shot ke shot berikutnya yang berbeda waktunya.

Cut In, Insert, suatu shot yang disisipkan pada shot utama (master shot) dengan maksud untuk menunjukkan detil.

Cut Away, Intercut, Reaction Shot, shot action yang diambil pada saat yang sama sebagai reaksi dari shot utama

Cut On Direction, suatu sambungan shot dimana shot pertama dipertunjukkan suatu obyek yang bergerak menuju ke suatu arah, shot berikutnya obyek lain yang mengikuti arah gerakan shot pertama

Cut On Movement, sambungan shot dari suatu obyek yang bergerak ke arah yang sama, dengan latar belakang yang berbeda

Cut Rhime, pergantian shot atau adegan dengan loncatan ruang dan waktu pada kejadian yang (hampir) sama dalam suasana yang berbeda.

Sense Of Camera Movement

  • PAN (PANNING): gerakan kamera secara horisontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Pan Right: kamera bergerak memutar ke kanan. Pan Left: kamera bergerak memutar ke kiri.
  •  TILT (TILTING): gerakan kamera secara vertikal, mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya. Tilt Up: mendongak ke atas. Tilt Down: menunduk ke bawah.
  • DOLLY/TRACK: gerakan kamera di atas tripod atau dolly mendekati atau menjauhi subyek. Dolly In: mendekati subyek. Dolly Out: menjauhi subyek.
  • PEDESTAL: gerakan kamera diatas pedestal yang bisa dinaik-turunkan. Kalau sekarang ini kebanyakan menggunakan Porta Jib Traveller. Pedestal Up: kamera dinaikkan. Pedestal Down: kamera diturunkan.
  • CRAB: gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang bergerak. Crab Left: bergerak ke kiri. Crab Right: bergerak ke kanan.
  • CRANE: gerakan kamera diatas katrol naik atau turun.
  • ARC: gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
  •  ZOOM: gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle) atau sebaliknya. Zoom in: mendekatkan obyek dari long shot ke close up. Zoom out: menjauhkan obyek dari close up ke long shot.

Zooming: memperbesar atau memperkecil obyek dengan mengubah sudut pandang lensa. Dengan membuat zoom in, latar belakang menjadi out focus, gambar menjadi datar. Kesan yang kita peroleh seolah-olah subyek kita dekatkan atau jauhkan dari pandangan kita.

Tracking: mendekati atau menjauhi obyek dengan mengubah kedudukan kamera. Dengan melakukan dolly in, latar belakang dan latar depan tetap fokus, gambar lebih mempunyai kedalaman, memberikan kesan lebih dinamis dengan gerak gambar yang sesungguhnya. Gerakan dolly lebih impresif, bila melewati pintu-pintu, lekukan, ataupun sofa dengan maksud menyajikan pandangan subyektif dari adegan.

RACK FOCUS (selective focusing): mengubah fokus lensa dari obyek di latar belakang ke obyek di latar depan atau sebaliknya, untuk mengalihkan perhatian penonton dari satu obyek ke obyek lainnya.

Format-format berita itu antara lain:

Reader: format berita TV yang paling sederhana, hanya berupa lead in yang dibaca presenter. Berita ini sama sekali tidak memi­liki gambar ataupun grafik. Hal ini dapat ter­jadi karena naskah berita dibuat begitu dekat dengan saat deadline, dan tidak sempat di­padukan dengan gambar. Bisa juga, karena perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi, ketika siaran berita sedang berlangsung. Maka perkembangan terbaru ini pun disisipkan di tengah program siaran. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang di­tayangkan. Reader biasanya sangat singkat. Durasi maksimalnya 30 detik.

voice over (vo): format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter se­luruhnya. Ketika presenter membaca tubuh berita, gambar pun disisipkan sesuai dengan konteks isi narasi.

Natsound (natural sound): suara lingkungan) yang terekam dalam gam­bar bisa dihilangkan. Tetapi, biasanya nat­sound tetap dipertahankan, untuk memban­gun suasana dari peristiwa yang diberitakan.

Voice Over – Grafik: format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter se­luruhnya. Namun, ketika presenter membaca tubuh berita, tidak ada gambar yang menyertainya kecuali hanya grafik atau tulisan. Hal ini mungkin terpaksa dilakukan karena peristiwa yang diliput sedang berlangsung dan redaksi belum menerima kiriman gam­bar peliputan yang bisa ditayangkan.

Sound on Tape (SOT): format berita TV yang hanya berisi lead in dan soundbite dari narasumber. Pre­senter hanya membacakan lead in berita, kemudian disusul oleh pernyataan narasum­ber (soundbite). Format berita ini dipilih jika pernyataan narasumber dianggap lebih penting ditonjolkan daripada disusun dalam bentuk narasi. Pernyataan yang dipilih untuk SOT sebaiknya yang amat penting atau dra­matis, bukan yang datar-datar saja. Format SOT ini bisa bersifat sebagai pelengkap dari berita yang baru saja ditayangkan sebelum­nya, atau bisa juga berdiri sendiri. Durasi SOT disesuaikan dengan kebutuhan, tapi bi­asanya maksimal satu menit.

Voice Over – SOUND on TAPE (VO-SOT): format berita TV yang memadukan voice over (VO) dan sound on tape (SOT). Lead in dan isi tubuh berita dibacakan pre­senter. Lalu di akhir berita dimunculkan soundbite dari narasumber sebagai peleng­kap dari berita yang telah dibacakan sebe-lumnya. Format VO-SOT dipilih jika gambar yang ada kurang menarik atau kurang drama­tis, namun ada pernyataan narasumber yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi pada akhir berita. Total durasi diharapkan tak lebih dari 60 detik, di mana sekitar 40 detik untuk VO dan 20 detik untuk soundbite.

Package (PKG): format berita TV yang hanya lead in-nya yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah, yang di­tayangkan begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. Lazim­nya tubuh berita ditutup dengan narasi. For­mat ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir ber­ita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.

Live on Cam: format berita TV yang disiarkan langsung dari lapangan atau lokasi peliputan. Sebelum reporter di lapangan menyampaikan laporan, presenter lebih dulu membacakan lead in dan kemudian ia memanggil reporter, di lapangan untuk menyampaikan hasil lipu­tannya secara lengkap. Laporan ini juga bisa disisipi gambar yang relevan. Karena siaran langsung memerlukan biaya telekomunikasi yang mahal, tidak semua berita perlu disiar­kan secara langsung. Format ini dipilih jika nilai beritanya amat penting, luar biasa, dan peristiwanya masih berlangsung. Jika peris­tiwanya sudah berlangsung, perlu ada buk­ti-bukti yang ditunjukkan langsung kepada pemirsa. Durasinya disesuaikan dengan ke­butuhan.

Live on TAPE (LOT): format berita TV yang direkam se­cara langsung di tempat kejadian, namun si­arannya ditunda (delay). Jadi, reporter mer­ekam dan menyusun laporannya di tempat peliputan, dan penyiarannya baru dilakukan

kemudian. Format berita ini dipilih untuk menunjukkan bahwa reporter hadir di tempat peristiwa. Namun, siaran tak bisa dilakukan secara langsung karena pertimbangan teknis dan biaya. Meski siarannya ditunda, aktuali­tas tetap harus terjaga. Durasi bisa disesuai­kan dengan kebutuhan, namun biasanya lebih singkat dari format Live on Cam.

Live by Phone: format berita TV yang disiarkan secara langsung dari tempat peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio. Lead in berita dibacakan presenter, dan kemudian ia memanggil reporter yang ada di lapangan untuk menyampaikan laporannya. Wajah reporter dan peta lokasi peristiwa biasanya dimunculkan dalam bentuk grafis. Jika terse­dia, bisa juga disisipkan gambar peristiwa sebelumnya.

Phone Record: format berita TV yang direkam secara langsung dari lokasi reporter meliput, tetapi penyiarannya dilaku­kan secara tunda (delay). Format ini sebet­ulnya hampir sama dengan Live by Phone, hanya teknis penyiarannya secara tunda. Format ini jarang digunakan, dan biasanya hanya digunakan jika diperkirakan akan ada gangguan teknis saat berita dilaporkan se­cara langsung.

Visual News: format berita TV yang hanya menayangkan (rolling) gambar-gambar yang menarik dan dramatis. Presenter cukup mem­bacakan lead in, dan kemudian visual di-tayangkan tanpa tambahan narasi apa pun, seperti apa adanya. Format ini bisa dipilih jika gambarnya menarik, memiliki natural sound yang dramatis (misalnya: suara jeri­tan orang ketika terjadi bencana alam atau kerusuhan, dan sebagainya). Contoh berita yang layak menggunakan format ini: menit-menit pertama terjadinya bencana Tsunami di Aceh.

Vox Pop (dari bahasa Latin, vox populi) berarti “su­ara rakyat.” Vox pop bukanlah format berita, namun biasa digunakan untuk melengkapi format berita yang ada. Isinya biasanya adalah komentar atau opini dari masyarakat tentang suatu isu tertentu. Misalnya, apakah mereka setuju jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Jumlah narasumber yang diwawancarai sekitar 4-5 orang, dan diusahakan mewakili berbagai kalangan (tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, dan sebagainya). Durasi vox pop sebaiknya singkat saja dan langsung menjawab pertanyaan yang diajukan.

Magazine Show: sebuah program yang bisa bersifat “timeless” atau “actual” yang disajikan dengan menggunakan format majalah dengan rubrika-sinya. Ibarat majalah, maka Magazine Show diproduksi sesuai dengan target penontonnya sehingga desain produksi, script, host hingga editing style se-suai dengan nafas Magazine itu sendiri.

Infotainment: informasi dan entertainment yang sebenarnya merupakan magazine show. Kalau dilihat dari ciri berita keras, maka beberapa item infotainment dapat dimasukkan pada program berita keras reguler. Dengan durasi per item tentunya singkat. Akan tetapi apabila akan dibahas lengkap dan detail maka dengan magazine show (infotainment) lebih tepat karena tidak terbatas waktu. Di mana stasiun televisi di Indonesia sebagian besar menayangkan infotainment menonjolkan hiburan yang bersifat feature atau investigasi report. Sehingga sumbernya yang berasal dari berita keras reguler, biasanya telah muncul terlebih dahulu.

Talk Show: sesuai dengan namanya “Talk” dan “Show” maka program ini dikemas dengan mengutamakan isi content dari “Talk” atau perbincangan. Unsur-unsur yang menguatkan produksi Talk Show adalah topik, content bahasan, pembawa acara dan nara sumber.

Sinema/Film: gambar bergerak, yang dalam bahasa inggris disebut motion picture adalah serangkaian gambar-gambar yang diproyeksikan pada sebuah layar agar tercipta ilusi (tipuan) gerak yang hidup. Motion picture yang disebut juga movie, film atau sinema adalah salah satu bentuk hiburan yang populer, yang menjadikan manusia melarutkan diri mereka dalam sebuah dunia imajinasi dalam waktu tertentu. Akan tetapi, movie juga mengajarkan manusia tentang sejarah, ilmu pengetahuan, tingkah laku manusia dan berbagai macam hal lainnya.

PRODUCER: seseorang yang bertanggungjawab secara umum terhadap seluruh pelaksanaan produksi. Produksi yang dimaksud biasanya berkaitan dengan produk audio visual.

Namun secara umum, Jenis Produser terbagi dalam 4 kategori:

  • Producer who create the content: para kreator dibalik program-program TV drama dan non-drama (variety show, reality show, games, quiz, musik, magazine show,etc). Mereka adalah orang-orang kreatif yang berada di departemen Produksi/Content Acara.
  • Producer who manage administration and money: dikenal sebagai produser lapangan yang profesional dalam manajemen administrasi (kontrak, proposal, jadwal, dsb) dan finansial. Dibutuhkan talent kepemim-pinan yang kuat untuk Produser ini.
  • Producer who sell programming and work on marketing: berada di bawah Departemen Programming atau Marketing. Me-reka ini yang membangun dengan kreatif berbagai paket-paket program TV agar laku dijual ke sponsor dan disukai publik.
  • Producer who produce News and Sport: para Jurnalis Televisi yang mampu memproduksi berita-berita atau feature yang akurat sesuai dengan filosofi dari jurnalistik yaitu aktual dan faktual.

Tugas dan Tanggung Jawab Produser

  • Merencanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengembangan program televisi (penelitian, pengembangan ide, perencanaan anggaran, penyediaan fasilitas, dll)
  • Bertanggung jawab terhadap produksi program televisi secara mtepat waktu.
  • Bertanggung jawab  kualitas program televisi.

PENULIS NASKAH: orang yang memiliki ide membuat cerita dan dituangkan ke dalam naskah untuk keperluan produksi TV, baik drama maupun news.

Tugas dan tanggungjawabnya menyusun naskah sesuai dengan ide-ide yang disampaikan oleh produser dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan program televisi.

SUTRADARA: orang yang bertugas mengatur bagaimana aktor harus tampil dalam sebuah film atau teater sesuai dengan naskah.

Tugas dan Tanggung Jawab Sutradara

  •  Menginterpretasikan naskah ke dalam visual, breakdown ke dalam rincian scene
  • Menentukan dan hunting lokasi/ setting
  •  Menentukan bagaimana scene di buat shot
  • Bersama-sama dengan produser memilih staf kunci seperti pemain dan editor.
  • Mensupervisi kinerja staf kameramen, lighting, sound dan art design
  • Mengarahkan penampilan pemain
  •  Menentukan urutan dan proses pembuatan film
  • Menentukan soundtrack dan musik.

KAMERA PERSON: orang yang mampu menggunakan kamera, memiliki pengalaman syuting untuk film dan mengerti cara pengambilan gambar yang bagus. Tugas dan Tanggung Jawab  Kamera Person

  • Berdiskusi dengan produser dan sutradara tentang alur cerita program
  • Mempelajari naskah
  • Menginterpretasikan bagaimana sebuah scene dapat diambil.
  • Memberikan pendapat tentang cara pengambilan gambar yang terbaik
  • Memilih kamera, lensa kamera dan pencahayaan yang pas
  • Bekerjasama secara akrab dalam mengikuti instruksi  sutradara.
  • Mengoperasikan kamera untuk pengambilan gambar.

Camera Departement: bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.

  • First Cameraman sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.
  • Second Cameraman sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.
  • First Assistant Cameramen sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)
  • Second Assistant Cameraman: menjadi asisten operator kamera.

EDITOR: orang yang mengedit video hasil rekaman, pengaturan tata suara seperti musik, SFx (Sound Effect) dan BGM (Background Music) agar dapat enak dilihat. Tugas Penyunting Gambar (editor)

  • Menerima film atau gambar-gambar dan rekaman kejadian shooting dari bagian produksi di lokasi shooting;
  • Mencermati gambar-gambar bersama produser dan sutradara
  • Mendigitalisasi gambar ke dalam hard-disk
  • Menentukan shot-shot yang dipotong dan disimpan
  •  Mengurutkan shot ke dalam draft edit
  • Mixing musik, soun effect, narasi ke dalam cutting akhir
  • Mengedit film sesuai dengan durasi waktu yang ditetapkan
  • Menjamin bahwa gambar-gambar yang dipilih dapat lulus sensor.

 

Agent (Agent Model): seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka.

Art Departement: bagian artistic, bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara dan cameraman.

Asst. Director: seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.

Art Director: pengarah artistik dari sebuah produksi.

Asisten Produser: seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya.

Cinematographer (Sinematografer): penata Fotografi yaitu orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.

Costume Designer: orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.

Dialogue Coach/Dialogue Director: orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film. Mungkin juga membantu pengaturan dialog saja.

Director: orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.

Electric Departement: divisi yang bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.

Engineering: sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja teknis penyiaran.

Film Loader: pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose.

Floor Director: seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara dari master control ke studio produksi.

Gaffer: pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah Director of Photography mengenai pencahayaan set. berbagai bentuk dan ukuran.

Green Departement: divisi yang bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.

Hairdresser: spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.

Hairdresser Departement: bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.

Key Grip: orang yang memimpin para pekerja grip.

Make-Up Departement: bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.

Music Departement: divisi yang bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.

Production Departement: bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.

Production Assistant: orang yang bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.

Production Manager: orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.

Production Unit: terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.

Prop Man: orang yang bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.

Research Departement: bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum,

Script Supervisor, Script Clerk: bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.

Still man, Photographer: orang yang bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.

Transportation Departement: divisi yang bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.

Wardrobe Departement: divisi yang bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.

 

✷✷✷ ✶✶✶ ★ ★ ★ ✶✶✶ ✷✷✷

%d bloggers like this: