h1

session 07: Essensi Finding The Story

21/05/2009

PENULISAN NASKAH NON BERITA TV

dosen: Siti Nur Aisyiyah, SSn

 

Essensi

Finding The Story


TUGAS INDIVIDU

Hermawan Saputra [441-0511-0016]

B R O A D C A S T I N G

UMB_logo

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA  2009 

          

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

PROGAM STUDI BROADCASTING

FORM KERJA No:  Berlaku Efektif: 07-03-2005 Revisi: 0

 

MID TEST – SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2008-2009

 

Class Subject : Writing Tehnique – Non News = RA/RB

Day/Date      : Sunday, May, 03, 2009

Time            : 10.45-13.15 WIB = A-305

Lecturer        : Siti Nur Aisyiyah

Status          : Open Books

Language      : English/Mixed

 

 
   

 

 

 

 

In the Name of Alloh, Most Beneficent, Most Mercifull

Be Meaningfull Person ! = Be Honest & Be Original = Your IDEA = Personality Reflection = Hart & Mind Brain

 

 

THE MIDTEST PASPORT : Project DEADLINE

 

Portofolio Project: 1 =         

Back Up File Folder Record

  • Theory, Reference Assigment, Paper, Project & Case Study
WeBlog Project: 2 =         

Writing Tehnique Non News On Line

-       Online Vertion

-       Proposal Vertion

Animation Project: 3 =          

  • Proposal Creative Concept & Scenario
Drama TV Series Project: 4 =          

  • Proposal Creative Story Concept & Synopsys

 

 

I. DEADLINE: INDIVIDUAL FOLDER RECORD: Soft Copy

 

 

II. DEADLINE: TEAM FOLDER RECORD: Soft Copy

 

 

III. UNDERSTANDING: Session 1-7;

TOTAL Score (300) Writing: DRAMA:

History, Theory, Methods, Arts, Tehnique, Case Study,

Experience Competency By Project & Assigment:

 

 

 

 

 

 

WB: I = Score 225

 

 

PART 2: Creating the Second Original 75 Understanding          

The Essence

1.      5 Finding the Story 77 Min 70
2.      6 Choosing the Characters 118 Min 50
3.      7 Exploring the Theme 138 Min 25
4.      8 Creating and Shading Style, mood, and Tone 156 Min 20
PART 3: Twice Told – Twice Sold 175  
5.      9 Optioning a Story 177 Min 30
6.      10 Writing a Docudrama for Television 206 Min 30
AB: II = Score = 75  
1.      5 Writing for Animation 43 Min 75
         

 

 

 

 

 

 

 

SOP :         

1. SAP/Sylabus/Bibliography

2. ISO Procedure

Verification:         

 

 

 

 

Ponco Budi Sulistyo., S.Sos,M.Comn

April,07, 2009         

Lecturer

Signature;

 

 

Siti Nur Aisyiyah

 

 

WB: I = Score 225

PART 2: Creating the Second Original

1. Finding Story (min 70):

  1. Adapting is process identifying and focusing the story line is no easy.
  2. Sebuah cerita film yang baik memiliki direction.
  3. Scenes mendukung the action.
  4. Sebuah cerita film yang baik memiliki dimensionality.
  5. Original characters to captivate and appeal.
  6. Sebuah cerita film yang baik mensejajarkan two elements (direction & dimensio-nality).
  7. Focus on bringing dimensionality to the action.
  8. Creasing intensity or suspense toward an exciting or dramatic resolution.
  9. Beginnings, middles, and ends within the original source material.
  10. Goal oriented story line are the easiest to adapt.
  11. Detective stories and action adventures tend to be easy adaptations because the goal is clear.
  12. Incident related true life stories.
  13. Most stories won’t be so neat.
  14. Finding the story line includes asking questions that are slightly different from the questions asked for goal oriented stories.
  15. The relationship makes up much of the middle of the film.
  16. The need, the problem, the issue and ask.
  17. Need or recognition of a problem actually creates the story.
  18. Some story lines are even more subtle.
  19. The story comes from the journey rather that from defining a clear cut goal.
  20. Develop all these transforming relationship.
  21. Transformation is occurring.
  22. If you like the character, you probably liked the film.
  23. Many story lines combine aspects of the goal oriented, problem oriented.
  24. You are beginning to craft and shape the story into a screenplay.
  25. Relationship willing to do to resolve the problem reach the goal.
  26. Ending exciting, intense, and or emotionally satisfying.
  27. Scene which includes beating, interrogations, greater jeopardy, and finally an escape.
  28. Decision scene create strong turning point.
  29. Interesting scene and considerable information.
  30. Difficult to find the overall shape, begin looking for the smaller shapes that are in the story.
  31. Connection between the beginning and the end of a story line.
  32. Overall story arc that is also the same as the story spine.
  33. Part of the story arc that is the same as the story spine.
  34. Character arc has more to do with character transformation.
  35. Film more dynamic with clearer direction and a strong context.
  36. Dramatic arcs has shown move well throughout the story.
  37. Character with strong desires usually take strong action to achieve them.
  38. Intention can create a story.
  39. Relationship arcs are the focus of the film.
  40. Relationship arcs rarely create as much movement.
  41. A strong structure and a good use of story arcs.
  42. A scene sequence defined clear beginning, middle, and end.
  43. Scene advances the action goes somewhere.
  44. Scene logically.
  45. A scene story line is a row, without interruption from other subplot.
  46. Scene sequences three to seven page of script.
  47. Dramatic development that builds to a climactic moment.
  48. Climax in a novel or play does not have the dramatic buildup as in a film.
  49. Books and plays are always implying scene that are not show.
  50. Since these scenes are naturally part of a story.
  51. Subplot played for additional conflict.
  52. The threading together of plot and subplot would be happening throughout the story line.
  53. True life story have two important plot lines.
  54. Flashback used as a frame to start and end the movie.
  55. The success of live and would.
  56. Novel and even plays inner psychological state.
  57. Story is not important as the understanding of the characters.
  58. Small subplot a story that make the film.
  59. Subplot to be stronger.
  60. Rethinking of the relationship of plot and subplot.
  61. Simplify the story would have made this film more accessible and understand-able.
  62. Themes imply story lines.
  63. A theme or topicality interest.
  64. The best known true life stories concentrate on one story arc.
  65. Changing an actor can cause problems.
  66. Frame have the advantage.
  67. Frame was the growth of relationship.
  68. Structures to give it shape.
  69. The flow of the story need to tell the year.
  70. Dramatic arcs, scene sequences, and three act structures, it’s a good indication that the adaptation will work.
  71. Make these changes without destroying the essence of material.
  72. Many ways of telling a story, applying these concepts.
  73. The analysis begins by identifying.
  74. Back story material would be through flashbacks.
  75. Flashbacks were used for the min character.
  76. Flashbacks that are informational rather that dramatic.
  77. Story line occurs in act three.
  78. Plot movement to acts one and two.
  79. Subplot movement to the film.
  80. Urutan adegan mempunyai permulaan, tengah-tengah, akhir, bangun dramatis garis, dan kata jumlah tertentu ketegangan secara tidak langsung dalam garis dramatis
  81. Urutan adegan tidak disela oleh kancah sub-plot, tetapi fokus atas satu tindakan utama.
  82. Urutan adegan perlu menjadi cukup panjang untuk menimbulkan macam dra-matis yang naik.
  83. Psikologis cerita seru dan mendebarkan dan tindakan-petualangan akan mem-punyai beberapa urutan adegan.
  84. Jika mempunyai tanggapan terhadap sesuatu dari sebuah cerita, mungkin ingin terlibat dalam film.
  85. Adegan-adegan from scene dapat dikembangkan dan diperluas dari naskah.
  86. Membangun Klimaks di dalam sebuah novel atau drama tidak sama seperti dalam film.
  87. Film maker harus menambah adegan untuk menciptakan cerita yang lebih dra-matis.
  88. Setelah klimaks terjadi, saatnya untuk mengakhiri film.
  89. Adegan yang alami adalah bagian dari sebuah cerita, mereka adalah petunjuk yang dapat digunakan dalam menulis.
  90. Kadang-kadang adegan yang diterapkan ketika sebuah karakter menyebut teman secara ringkas, Semua ini menyebutkan dapat dibuat ke dalam sebuah adegan.
  91. Jika subplot telah diperluas dalam garis cerita ini, adegan ini sudah bisa dimain-kan untuk tambahan konflik.
  92. Biasanya ancaman yang sama pada plot dan subplot yang akan terjadi seluruh-nya pada garis cerita.
  93. Tetapi cerita kehidupan yang sebenarnya akan mempunyai dua garis plot penting yang tidak terjadi pada waktu yang sama dalam pokok kehidupan.
  94. Kilas balik kadang-kadang dapat digunakan sebagai bingkai untuk memulai dan mengakhiri film.
  95. Terkadang juga kilas balik dapat digunakan terus pada semua jalan, sebenarnya struktur plot dua garis, di mana satu memutar sendiri dalam kilas balik dan lainnya memutar sendiri pada waktu saat ini.
  96. Keberhasilan seri televisi yang jelas dari titik yang tinggi pada kehidupan mereka dan akan memerlukan dengan berurusan, tetapi seri yang akan datang setelah banyak sekali perjuangan dan perjalanan yang panjang menuju keberhasilan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
  97. Kilas balik digunakan untuk membawa kembali ke acara penting dalam hidup mereka, yang juga memiliki struktur sendiri.
  98. Adegan membantu struktur dan bingkai adegan kilas balik, yang tidak sengaja.
  99. Cerita tidak sepenting pemahaman terhadap karakter.
  100. Pergerakan sebuah film ini berasal dari cerita.
  101. Dari segi makna, yang paling penting adalah bagian dari kedua-duanya novel dan film.
  102. Tetapi dari sudut pandang cerita, maka struktur ini menceritakan urutan dalam sebuah film dapat bekerja.
  103. Ketiga struktur yang terkuat, mulai sekitar lima menit ke dalam film dan berakhir sekitar lima menit sebelum film berakhir. Walaupun tidak memerlukan banyak waktu, karena mampu memberikan pergerakan dan arah.
  104. Sebagian besar dari film dan buku, lebih banyak berurusan dengan isu-isu tematik.
  105. Subplots ini mungkin adalah alasan mengapa film ini menyentuh kita dan yang terlibat. 
  106. Tanpa urutan cerita, film ini tidak bekerja dengan baik.
  107. Jika cerita perpindahannya tampak lambat, kemungkinan urutan cerita tidak ber-imbang.
  108. Terkadang film mendapakan hampir semua data dari gerakan baris subplot.
  109. Subplot tidak berputar di sekitar karakter utama.
  110. Kata kuncinya adalah keseimbangan, banyak gerakan yang diperlukan untuk melibatkan penonton dan membawa mereka sepanjang film, banyak tema berat yang anda perlukan dalam film, dimana keseimbangan antara gerakan dan tema cerita dan fokus karakter.
  111. Film adalah untuk menyederhanakan cerita.
  112. Jika Anda memiliki garis cerita yang memerlukan banyak penjelasan, atau jumlah karakter untuk berkomunikasi cerita, pemirsa akan dapat memahami banyak film dengan melihat gambar bergerak.
  113. Cerita yang dikomunikasikan terutama melalui kata-kata tidak akan sinematik, dan biasanya tidak akan dimengerti.
  114. Menyederhanakan cerita akan membuat film ini lebih mudah diakses dan dimengerti.
  115. Menemukan sebuah alur cerita dalam kehidupan nyata seringkali lebih sulit dari pada menemukan alur cerita dalam novel atau sandiwara. Biasanya mempunyai benang merah yang saling berhubungan dalam sebuah materi cerita.
  116. Tetapi cerita dari kisah kehidupan nyata sering kali tidak mempunyai benang merah cerita jelas atau mungkin malah terlalu banyak.
  117. Hubungan-hubungan atau kepentingan dari sebuah tema atau topic adalah hal-hal yang mungkin menarik perhatian  dari produser.
  118. Penempatan subyek di dalam sejarahlah yang membuat seorang executive producer memilih bahan cerita, terlepas dari aspek-aspek cerita yang tidak jelas, dari banyaknya kemungkinan yang bisa dipilih untuk dapat diceritakan.
  119. Teknik-teknik lain dapat berguna ketika mengerjakan materi-materi yang bersifat biografis.
  120. Perubahan waktu secara radikal dapat dilakukan dalam berbagai macam cara utnuk memberi pergerakan dalam sebuah cerita.
  121. Teknik ini memiliki keunggulan saat harus memperkenalan karakter utama seba-gai seorang dewasa dan menambah kekuatan perenungan dalam cerita ter-sebut.
  122. Teknik ini dapat memberikan struktur dengan ‘membingkai’ film secara kese-luruhan, atau bahkan dengan membawa kembali karakter utama kedalam cerita dan mengingatkan kita tentang keberadaannya disepanjang film.
  123. Membingkai film seperti ini’ dapat disusun untuk menyertakan bagian dari sebuah naskah dan sekaligus untuk memberikan pergerakan di dalam sebuah cerita.
  124. Di dalam film juga bergantung pada beberapa urutan adegan untuk  menciptakan pergerakan dalam cerita.
  125. Secara garis besar dalam film itu diceritakan secara berkala, film itu memerlukan semua struktur ini untuk memberinya bentuk cerita yang jelas
  126. Waktu dalam sebuah kisah nyata dapat ditelusuri, oleh karena itu alur dari sebuah cerita tidak terus-menerus ditulis dengan tanda “lima tahun lagi”, tapi tidak selalu diperlukan.
  127. Pikirkanlah bagaimana cara yang baik untuk menangani masalah perjalanan waktu
  128. Petunjuk visual juga menolong untuk menunjukkan pergantian waktu. 
  129. Jika anda ingin mengadaptasi sebuah buku nonfiksi yang berisi hanya ide-ide, kadang kala akan ada studi kasus yang dapat dikembangkan, sama seperti ba-gaimana anda mengembangkan sebuah cerita pendek, untuk dapat menemukan alur cerita.
  130. Anda perlu untuk memperlakukan sebuah material seakan-akan anda menulis sebuah naskah yang orisinal, dan membuat sebuah alur cerita yang benar-benar baru
  131. Dengan material manapun, baik fiksi maupun nonfiksi, ada materi-materi yang mudah untuk diadaptasi dan ada yang sukar untuk diadaptasi.
  132. Bila anda menemukan struktur dramatis, urutan adegan, dan struktur 3 babak, maka ini adalah indikasi yang baik bahwa proses adaptasi dapat berjalan dengan baik.
  133. Apabila anda tidak menemukan jalan cerita, akan ada pertimbangan untuk mengadaptasi cerita tersebut, anda bersedia untuk membuat beberapa per-ubahan-perubahan.
  134. Apabila cerita tersebut tidak dapat  berdiri sendiri, maka tema dan karakter tidak akan dapat  membuat sebuah film yang efektif dengan sendirinya.
  135. Analisis diawali oleh mengidentifikasi apa yang akan menjadi Undang-Undang Ketiga dari film.
  136. Dari segi Ketiga Undang-Undang tentang film, sepertinya tidak ada masalah yang tersirat cerita akan terganggu dengan bekerja adaptasi.
  137. Sebagian besar tengah cerita hanya diterapkan dalam bermain.
  138. Ini adalah menyampaikan informasi melalui apa yang dia katakan tentang dirinya, daripada gambar atau tindakan.
  139. Dalam membuat pilihan, latar belakang dari satu tokoh akan diperkenalkan, dan latar belakang cerita yang lain akan tetap diutamakan untuk ditempatkan di mana pun.
  140. Drama memiliki beberapa sub plot yang bisa memberikan pergerakan tambahan di sebuah film.
  141. Dalam menganalisa materinya, dapat kita ketahui bahwa permasalahan-perma-salahan yang harus diprioritaskan, diantaranya (1) mencari cara untuk meng-ekspresikan materi cerita dengan sangat bagus tanpa mencampur adukan dengan gaya atau keketatan dari konteks jalan cerita; (2) menambah perkem-bangan materi tambahan terhadap hubungan Christine dan Raoul; (3) menjadi-kan Christine sebagai tokoh utama; (4) berfikir ulang pada dua adegan pertama dari drama ini agar tercipta tokoh-tokoh dan konteks-konteks lainnya.
  142. Adaptasi ini tidak akan menjadi masalah dengan hanya “pemutaran film” tetapi akan membutuhkan pemikiran ulang yang lebih serius agar cerita ini dapat di-mengerti.

 

2. Choosing the Character (min 50):

  1. 1)         Sangat sulit to know what characters are necessary to tell your story.
  2. 2)         If the protagonist is a narrator-actor, you’ll have a much easier time adapting the material.
  3. 3)         When adapting with narrator-observors, first make sure the main character is clear, and that he or she can carry the action without the help or the narrator.
  4. 4)         Need a kind of plumb line that can test that characters will server the film
  5. 5)         One character can fulfill several functions, such as
  6. 6)         The Storytelling Function
  7. 7)         Helping to revealing main character
  8. 8)         Talking about revealing or embodying the theme
  9. 9)         Protagonist, Antagonist, catalyst are the most important people in the film
  10. 10)      Most films have a love interest
  11. 11)      Minor characters are often used to add color and texture
  12. 12)      Cutting characters usually means combining characters
  13. 13)      Combining character might mean cutting one character and taking line of dialogue or action of that character and giving it to another
  14. 14)      In American film, sympathetic characters are considered essential for a comer-cially successful film
  15. 15)      When choosing characters, look first for the sympathetic ones
  16. 16)      The most dramatic conflict you can have in a film is a conflict of action
  17. 17)      Emotional moments connect the audience to the character, just as they connect te reader to the story
  18. 18)      Focusing character often means putting yourself in the audience’s place
  19. 19)      A novel can often handle many characters, even some who make very short appearances
  20. 20)      Try to preserve the special characters
  21. 21)      To make a thematic character in a novel or play work for the adaption, we may be able to live him or her a story function
  22. 22)      Sometimes a fascinating characters can substitute for a sympathetic character
  23. 23)      Conflict could occur between two people with different attitudes and philosophies.
  24. 24)      Sometimes a novel or short story is an exploration of the thoughts and feelings of a character reflecting on a situation.
  25. 25)      We can find conflict by looking for the emotional moments within a story that move you, the moments where characters feel deeply about something or some-one.
  26. 26)      Emotional moments connect the audience to the character, just as they connect the reader to the story.
  27. 27)      Not every character in a novel will find a home in the film. Some characters need to be cut, others need to refocused.
  28. 28)      To make a thematic character in a novel or play work for the adaptation, you may be able to five him or her a story function. Maybe as a catalyst, or a confidante.
  29. 29)      Most scripts seems to have three, five, or seven major characters.
  30. 30)      If you do need a number of characters to tell your story, try to find contrasting physical characteristics as a help to your audience.
  31. 31)      For film, combining characters can streamline and focus the story line.
  32. 32)      It is not enough to have a sympathetic characters, they also need to be interesting.
  33. 33)      If there is some characters you like in a novel, it will be potential as the movie audience loves too, but you still probably need to transform these characters for film.
  34. 34)      You may need to add further character details to fill the characters you like out
  35. 35)      You may need to cut come characters in order to give focus to the more important ones.
  36. 36)      Sometimes conflict is slight, or nonexistent, in such case you’ll need to create it
  37. 37)      Sometimes you need to looking for implied conflict in the book and creating a scene around it r it may mean strengthening the conflict that is there.
  38. 38)      Some gut-wrenching moments when characters are hurt, angry, frustrated, or fearfull usually imply a conflict with someone on the movie.
  39. 39)      If characters move you to tears in the story, they may have that ability within the film.
  40. 40)      If characters are afraid, the audience potentially can also be afraid for them
  41. 41)      Try to preserve special characters, if possible.
  42. 42)      If you find particularly colorful characters in a novel who don’t seem to have a function, or may only have a thematic function, see if you can give them some additional function that will help the story.
  43. 43)      If the source material doesn’t contain active characters, it will be extremely difficult  perhaps even impossible, to create a workable film.
  44. 44)      The helping function is to carried by the love interest and confidante characters.
  45. 45)      The love and confidante characters could be very helpful in defining and dimen-sionalizing the major character.
  46. 46)      Love interest characters can be main or supporting.
  47. 47)      Some characters will need to be recreated and redefined.
  48. 48)      Addiontional characters may need to be added to make the drama clear.
  49. 49)      If the main character is sympathetic, it will make adapting the material easier.
  50. 50)      The main characters is the characters who tell the story include the protagonist and antagonist, who set up the conflict and catalyst characters.
  51. 51)      The characters added color and texture to the book or play.
  52. 52)      There is considerable emotional in the story.
  53. 53)      As the play proceeds, need to change our allegiance.
  54. 54)      Film demands an emotional response from the audiens.


3. Exploring the Theme (min 25):

  1. 1)         Every film, novel, drama, dan cerita yang bagus is about something.
  2. 2)         Terdapat tema that winds its way through the material.
  3. 3)         Novels and plays tend to be more theme-oriented than films.
  4. 4)         Banyak film yang sukses, however, tend to be more story-oriented.
  5. 5)         The best action-adventures or thrillers or dramas or comedies will still contain a theme or underlying idea.
  6. 6)         The strongest films will emphasize one theme that resonates through story character, and images.
  7. 7)         When there are several themes in a story, it’s up to the writer and the director to make some decision about what theme to emphasize.
  8. 8)         To identify themes, look at these areas:
  9. The narration of the writer.
  10. The dialogue.
  11. The story choices that the writer has made.
  12. Choices that the characters make.
  13. Images used in description that can be translated into cinematic images.
  14. 9)         In many novelsthere is one character who embodies the theme.
  15. 10)      When adapting dialogue, be aware be of the actual words as well as the subtext of what’s being said.
  16. 11)      In a novel or short story, the writer needs to use a certain a mount of description to give the reader the context, and to build the story.
  17. 12)      Pictures have meaning.
  18. 13)      And the pictures that the writer chooses to show are pictures that can help convey an Idea.
  19. 14)      Many stories contrast images.
  20. 15)      If as a writer you find this list-making too logical nd ana-lytical, you may find it more helpful to read the story and then free-associate with it.
  21. 16)      If the theme is completely conveyed through narration in the book, the adaption will be difficult, perhaps close to impossible.
  22. 17)      If the narration is in the first person, the translation will usually be easier.
  23. 18)      Action is the key to drama, and if most of  the story is reflection, pondering, and philosophizing, either by writer or character, there will not be sufficient action to   move the story and angage the audience.
  24. 19)      If the character choices are active, there will be a better chance of success, since the choices will contribute to the story and action of the film.
  25. 20)      Film is an image medium.
  26. 21)      Finding the theme is more difficult.
  27. 22)      The story you decide to tell will depend pertly on the theme you want to express.
  28. 23)      Clarifying the theme means continually sorting through story material to see what Events can prove your theme.
  29. 24)      As with novels and plays, you’ll also be looking for images, dialogue by or about the person, as well as the person’s own reflections about life to discover and express the theme.
  30. 25)      In most cases when you’re adapting nonfiction material based on an idea, you’re adapting the theme.
  31. 26)      Sometimes you might decide to option a book because the title is snappy and evocative and could make the project salable.
  32. 27)      These are the most difficult adaptions because you’re trying to conform to a particular idea and yet you’re writing an original screenplay.
  33. 28)      The more creative you can be with this material. The better chance you have of  making this kind of adaptation work.
  34. 29)      All of these themes suggest images: any number of them would be workable for a Director.
  35.  
  36. 4. Creating & Shading Style, Mood, & Tone (min 20):
  37. 1)         The realistic style is the most workable film.
  38. 2)         Most workable film is the most accessible to mass audience, easily understood, and clearest.
  39. 3)         Style  is separate from the content of the material, not the subject matter, the story line, the theme, or the character.
  40. 4)         Style gives us the big picture, the overall feel of the film.
  41. 5)         Style in art like we hear about the neoclassic style and the mannerism or romanticism.
  42. 6)         Emotional response created by mood.
  43. 7)         Tone is generally thought of as “attitude”.
  44. 8)         We have an attitude toward ourselves and other people.
  45. 9)         Tone can affect mood.
  46. 10)      Tone will change according to how each of specific elements are shaded.
  47. 11)      Certain styles may do well in books or in plays but fain in film.
  48. 12)      Black comedy has always been a difficult style to adopt.
  49. 13)      Cartoon style is not as concerned about a character’s inner life.
  50. 14)      Character’s inner life is about the details of colors, textures, clothes, and the move.
  51. 15)      To create an effective film, filmmakers need to create a relationship and had the same mood and feeling with the audience.
  52. 16)      Small change in shading and nuance can affect the way the audience responds to a film.
  53. 17)      Style is one of thye most difficult elements to translate.
  54. 18)      Don’t be dettered from trying if we find a story we want to adapt, that’s written in a non realistic style.
  55. 19)      Many novels and plays are successful because of their more unusual style.
  56. 20)      Novel’s style is set up through lengh of sentences, word usage, repetition, symbolism, images, rhythm, and description.
  57. 21)      There has not yeet been a commercially successful film where the music domi-nates.
  58. 22)      The setting also sets the theatrical style.

PART 3: Twice Told — Twice Sold

5. Optioning a Story (min 30):

  1. 1)         Lawyer is a person who can give & protect copyrights.
  2. 2)         Copyright is important to protect an original script.
  3. 3)         The content agreement on the copyrights are flexible.
  4. 4)         We can have copyrights from an established story.
  5. 5)         Unique experience can become an idea for a great story.
  6. 6)         How to protect your idea from plagiarism.
  7. 7)         Copyrights are for sale.
  8. 8)         An exclusive rights to adapt established story.
  9. 9)         We can adopt public stories without permit.
  10. 10)      To adopt a non public story, we have to get permission or buy the copyright from the writer.
  11. 11)      There are two types of public script.
  12. 12)      Copyright can protect a wruter’s creation up till 50 years.
  13. 13)      We can adopt a story whose  copyright already expired.
  14. 14)      Before 1st Januari 1976 copyright law protect author’s right up till 28 years.
  15. 15)      We can renew it up till 28 years, if we make the renewal before the expired date.
  16. 16)      There are differences between creation who being protect with the 1976 law and the one who hasn’t.
  17. 17)      Public story: a script that we take from news paper, trial documentation, etc.
  18. 18)      We can ask a replament permit from the writer’s or author’s relatives.
  19. 19)      There are some rules if we want to use public information.
  20. 20)      We can’t endanger subject’s reputation if we want to use their story.
  21. 21)      We can face a lawsuit if we write a story, without the subject’s permission.
  22. 22)      A permit can protect the writer/author and the subject of a story.
  23. 23)      A writer or producer has to make the decision whether to present the story as nonfiction or fiction.
  24. 24)      If we have permit from the subject, we can explore more deeply about the topic.
  25. 25)      A permit can protect us from any kind of lawsuit.
  26. 26)      Subject of the story can’t sue the writer if he/she already have permit to write that topic.
  27. 27)      A writer needs cooperation from the subject of a story.
  28. 28)      The subject of a story will involved in the making of the movie.
  29. 29)      The subject can give their opinion, point of view, and other information that we need in the process of making a movie.
  30. 30)      We have to write a story based on a true fact & who doesn’t harm others.
  31. 31)      Publisher have the full rights of a masterpice or creation.

 

6. Writing a Docudrama for Television (min 30):

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 1)         Docudramas are a staple of television movie.
  2. 2)         Writing a docudrama presents a number of challenges since you must stay with fact.
  3. 3)         Docudramas that are ”inspired by” true live stories have much more leeway.
  4. 4)         In chapter 3 mentioned that people don’t live their lives in the correct dramatic order.
  5. 5)         A Writer of docudramas must have creative control over some these situations.
  6. 6)         Programming department hears pitches (TV jargon for ”field proposals”) buys stories and develops script.
  7. 7)         Scrip to make sure it fulfills all criteria for docudramas.
  8. 8)         The error and omission review makes sure that the docudrama will not lead to lawsuits.
  9. 9)         Writing a docudrama it’s important to follow the correct chronology of events.
  10. 10)      Make some changes in the way you tell your story.
  11. 11)      Under certain circumstances you can also make changes in scenes.
  12. 12)      You have 2 choice in terms of how you write dialogue.
  13. 13)      Use time compression to move quickly from one point in time to another.
  14. 14)      A network’s broadcast standards and practices department prints guidelines that are issued to producers.
  15. 15)      If script uses characters (i.e., characters that are based on two or more real individuals) the annotated script must indicate the specific individuals who have been use to create the composite.
  16. 16)      Generally, major characters whose story lines constitute a recurring element in the script must not be composite characters.
  17. 17)      Chronology of events, locations, and circumstances must be accurate throughout, and supportive evidence must be submitted to this effect in the annotative script
  18. 18)      Events may be telescoped, but events that never occurred cannot be invented. Telescope events must be chronologically.
  19. 19)      Dates and passages of time must be clearly indicated in the script, either in dialogue, by supers, dissolves, or other visual technique.
  20. 20)      Where courtroom documents are relied upon for dramatic purposes, such documents must be submitted.
  21. 21)      Generally, releases from individuals depicted must be obtained.
  22. 22)      Personal characteristics, attitudes demeanor must be substantiated.
  23. 23)      Created dialogue, the basis of which is circumstantial, requires reasonable substantiation to establish that it fairly represents the attitudes and beliefs of the participants.
  24. 24)      If narrator is used, his/her statements must be objective without providing commentary or editorialization.
  25. 25)      In some instances, due to the sensitive nature of the subject.
  26. 26)      Programs which  deal with themes involve controversial issues.
  27. 27)      Pitching the story to a well-known movie of the week producer.
  28. 28)      Producers have contacts with networks.
  29. 29)      Research which television producers have done films such as yours.
  30. 30)      Look for the producers name and the name of the production company in the credits of TV movies with similar themes to yours.
  31. 31)      You can get a good idea of their interest by looking at what kinds of movie are shown on which night.
  32. 32)      Docudramas that are female oriented will do better than male oriented subject matter.
  33. 33)      The choice of subject matter of television movies has often led to jokes about the ”disease of the week” or the ”issue of the week” film.
  34. 34)      Television movies that are difficult to sell are ensemble piece, those with sports subject, those set in exotic locales, and period piece.

 

AB: II = Score 75

1. Writing for Animation (min 75):

  1. The power of Animation sangat besar dari yang dapat dibayangkan.
  2. Animation can be used for any kind of  subject.
  3. Animation merupakan jenis film pendek yang dibuat dari gerakan gambar-gambar pendek, seperti gambar hidup dengan aktor maupun artis yang seperti hidup biasanya dalam bentuk kartun dan terdiri dari beberapa karakter.
  4. Animation digunakan untuk iklan dan acara kartun anak-anak.
  5. The best use of animation is when it caricatures, not imitates.
  6. Animation digunakan untuk medical films, physics, arithmetic, history, and biology sebagai penggambaran mekanis dan kimiawi.
  7. Animation digunakan untuk expounding abstract ideas.
  8. Animation digunakan untuk propaganda films pada Perang Dunia II.
  9. Penulis profesional Animasi harus to think in graphic term.
  10. It is necessary to equip the charactersas one of the components in the story line with certain attributes.
  11. Animation terbatas hanya pada imagination penulis.
  12. Animation tidak mengutamakan dan menerapkan acting yang baik.
  13. Tidak ada bagian dari animation yang benar-benar mendekati kenyataan.
  14. The best use of animation, ketika animasi tersebut dibuat secara karikatur.
  15. Animation tidak mencontoh dan tidak berdasarkan kehidupan nyata.
  16. Animation memiliki keterbatasan dalam penggambaran karakter.
  17. Each animator was assigned a part of the story.
  18. The animator would start his sequence in such a way that it would hook up with the previous and following sequences.
  19. There was an attempt to create cartoons with real plots, definite beginnings, middles and endings.
  20. Script were typed live action style
  21. Often a written description of agag proved to be unfunny when it was translated into animation.
  22. Seorang animator dapat menerapkan interpretation pada character yang dibuat-nya.
  23. Animator berfokus pada pembentukan karakter yang dapat dikenal publik.
  24. Animator wajib menggabungkan struktur karakter. Ada batasan peraturan (pakem) untuk struktur susunan cerita untuk melengkapi struktur emosi karakter. Karakter yang mudah diingat orang dengan ungkapan khasnya, dilengkapi dengan atribut tertentu, dan penampilan fisik yang familiar menjadi salah satu komponen penting dalam film animasi.
  25. Animator perlu untuk menggabungkan karakter pada beberapa bagian emotional structure.
  26. When there is a change of locale it is advisable to draw and even indicate a co-lour scheme.
  27. There are two kinds of stories.
  28. Themes can be found in current news.
  29. Animator dapat mendefinisikan penampilan physical karakter dengan baik.
  30. Animator diharapkan mampu membuat cerita yang berkesinambungan antar sekuen sebelum dan sesudahnya.
  31. Animator bebas untuk berimajinasi tentang apa yang ia suka, di dalam cerita secara berkaitan dan berhubungan dengan tema yang dipilih.
  32. Penulisan animation dan pembuatan cartoons with real plots: awal, tengah dan akhir.
  33. Masalah menuliskan naskah animation adalah ketika karakter yang jenaka dides-kripsikan menjadi tidak lucu.
  34. Penulisan animation dimulai dari menggambar sketsa kasar dari adegan dan lelucon yang menonjol, kemudian menambahkan gambar demi gambar hingga bisa menjadi gambaran keseluruhan cerita. Kumpulan gambar ditempel pada dinding agar mudah dilihat dan dihitung, dan jika sewaktu waktu akan dipresen-tasikan, mudah untuk dipindahkan.
  35. A writer who can draw figures is more valuable in a studio.
  36. Dalam Animation, jika ada ide yang tidak dapat digambarkan secara grafis dapat dilewatkan.
  37. Animation memiliki dua jenis alur cerita: Pertama, awal, contents, dan ending. Kedua, memiliki tujuan cerita yang jelas dan selalu sama, seperti road runner.
  38. Themes animation dapat diperoleh dari kejadian sehari-hari yang terjadi disekitar kita.
  39. Writer animation berpikir sebagai penulis dan melihat sesuatu lebih dari orang biasa.
  40. Ide cerita jarang ada muncul secara tiba-tiba, jadi mulailah dengan bagian cerita secara spesifik.
  41. Ide tidak datang dengan jadwal, dan sangat disayangkan ketika datang ide yang bagus tersebut tidak ada tempat untuk menuliskan. Maka. disarankan untuk mempunyai buku catatan dan kertas kecil yang dapat dimasukkan ke dalam kantong jika sewaktu-waktu ide bagus itu muncul. Dan, letakkan buku catatan Anda di tempat yang dapat diambil sewaktu-waktu dibutuhkan.
  42. Library merupakan suatu tempat yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian dalam membuat suatu cerita ketika ide itu mulai muncul.
  43. Membuat cerita dimulai dengan membuat karakter utama dan karakter pen-dukung, lalu digabungkan dalam sebuah cerita.
  44. Ketika menulis cerita, jangan memikirkan akhir ceritanya, sehingga dapat terus menerus menulis isi cerita.
  45. Dalam menulis cerita, lebih menyenangkan menulis isi cerita daripada memikir-kan akhir cerita.
  46. Don’t start the story until you have figured out the ending.
  47. Write down the story idea in three sentences at most.
  48. Don’t forget the daily quick sketch hour.
  49. One of the factors in creating a story is research.
  50. A writer who can draw figures is more valuable in a studio.
  51. What you need to do now is try to become an audience for your brain right side.
  52. It may be several days before you come up with your first gag using method.
  53. Start writing a list and keep file.
  54. Penulis animation harus disiplin dan sering melakukan riset, berpikir secara graphis dan dapat menggambar seburuk apa pun.
  55. Nilai yang membentuk karakter sangat menarik penonton. Semakin sebuah ka-rakter mendekati kenyataan, semakin penonton merasa terhibur. Tetaplah selalu memikirkan struktur kepribadian dari setiap karakter yang dapat berubah terhadap segala situasi.
  56. Ide muncul dengan berpikir keras agar memicu otak kiri bekerja. Dan ketika cerita selesai, dapat menilai cerita sendiri dengan menonton memakai otak kanan.
  57. Hanya otak sebelah kanan saja yang kreatif. Itu tidak bekerja pada saat menyebutnya dengan ‘berpikir’. Karena ‘berpikir’ Itu adalah fungsi dari otak se-belah kiri. Contohnya, setelah membuat daftar atau catatan secara acak, mungkin berpikir untuk mengurutkannya saja, semua arsitektural ditampilkan secara bersama, dan semua materi kebersihan dikelompokkan.
  58. Otak kiri bekerja untuk membuat perbandingan, sedangkan otak kanan membuat kemungkinan melakukan seperti pekerjaan yang dimaksud. Tetap jaga keseim-bangan dari kedua fungsi otak tersebut. Ingat: Tidak dapat berpikir kreatif bersamaan pada saat memikirkan hasil yang kritis.
  59. Setiap cerita harus mempunyai nilai berharga. Buat sesuatu yang lucu yang terjadi baik dalam dialog maupun dalam grafik. Jika ceritanya berjalan terlalu panjang tanpa ada humor, perhatian penonton selama tayangan dari awal hingga akhir tidak akan berlangsung lama. Tambahkan detail dan buat lebih bagus agar lucu, caranya membuat sesuatu karakter dengan cara pandang yang berbeda.
  60. Sebelum mendapatkan kontrak, naskah cerita harus melewati banyak orang. Melindungi naskah cerita dengan cara menduplikatkannya dan mengirim pada alamat penulis. Jangan dibuka sampai waktu yang diperlukan untuk membuktikan penulis yang sebenarnya di keterangan tanggal yang tertulis.
  61. Banyak pendidik merasa bahwa belajar itu adalah usaha serius dan tidak boleh dibawakan dengan cara yang santai. Di sisi lain, ada yang keras diantara pem-buat film yang ingin membuat proses pendidikan semudah mungkin, sehingga mereka ingin setiap hal disajikan dalam bentuk entertainmen.
  62. Menjual naskah cerita ke client memerlukan penghubung professional (agent). Agent dapat menjual naskah cerita kapan saja.
  63. Agent memiliki kunci pasar, mereka juga dapat memberikan saran dan perbaikan hasil karya, demi terjualnya sebuah karya penulisan cerita ke client.
  64. Penting untuk menuliskan resume penulis dan memastikan materi naskah cerita bersih, rapi dan terlihat profesional.
  65. For prospective writers, solusi terbaik adalah dengan menulis, menulis, dan terus menulis.
  66. Untuk dapat terjun di bidang animasi, diperlukan profesionalisme yang tinggi, ketekunan, keseriusan, dan latihan yang menghabiskan waktu dan tenaga.
  67. Menjadi professional, intinya tidak cukup hanya memiliki bakat, namun juga harus sering berlatih, mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang hal-hal yang tidak diketahui.
  68. Seorang sutradara yang ideal bisa membuat animasi, me-layout film, menggam-bar latar belakang atau menulis naskah. Semakin banyak bidang yang dimengerti akan semakin baik daripada hanya satu bidang dalam pembuatan film.
  69. Tujuan pembuatan iklan televisi adalah untuk menjual, jangan abaikan produk yang akan dijual, buatlah pemirsa menerka apa yang ingin dijual.
  70. Satu metode paling baik untuk mengembangkan cerita adalah dengan membuat daftar secara rinci. Tetap lengkapi daftar tanpa berhenti untuk mengingatnya. Biarkan pikiran tetap mengalir dengan bebas dan jangan mencoba untuk mengaturnya untuk menjadi kreatif sampai kehabisan ide.
  71. Be prepared to have to cope with mindless rules and even more mindless people.
  72. The only area of free thinking in commercial animation is feature films.
  73. Educational animation field.
  74. Animation was again called upon to depict the more abstract ideas.
  75. Animation took care of the more complex information using colorful characters.
  76. Enterprising young writer could find great satisfaction in the educational field.
  77. Ideas do not come on a schedule.
  78. One good method of developing a story is to make a list of details.
  79. All dialogue and camera instructions should be in upper case for easy reading.
  80. The name of the character involved must be at the head of every bit of dialogue.
  81. Keep your camera instructions sparse.
  82. Make your set descriptions succinct and details such as clothes but don’t load your script with verbiage.
  83. Get your script photocopied and put the copy in a safe place not under the same roof as the original.
  84.  Do not use a permanent binder on your script.
  85. There is no way to become a successful writer unless you can create and evalua-te stories and gags from a graphic point of view.

 

 ✷✷✷ ✶✶✶ ★ ★ ★ ✶✶✶ ✷✷✷

 



About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: